Senin, 04 Maret 2019

5 Penyebab Liverpool Gagal Pertahankan Puncak Klasemen



Jakarta - Tak berlama-lama Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris. Baru tiga bulan memimpin perburuan gelar, The Reds kembali tergusur dari posisi teratas. Liverpool mulai memuncaki klasemen usai menang 4-0 atas Bournemouth pada pekan ke-16, tanggal 8 Desember 2018. Selama 13 pekan menguasai klasemen, tim arahan Juergen Klopp itu terus disaingi Manchester City.

Sampai akhirnya, imbang 0-0 melawan Everton di Goodison Park, Minggu (3/3/2019) membuat Liverpool kehilangan posisinya. Hasil seri itu membuat Liverpool gagal merebut kembali puncak klasemen yang diambil City. Kini The Citizen memimpin klasemen Liga Inggris dengan 71 poin dari 29 laga, unggul satu poin dari Si Merah yang mengoleksi 70 poin.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab Liverpool gagal mempertahankan puncak klasemennya:

1. Kekalahan dari City di Pekan ke-21

Sampai pekan ke-20, Liverpool berstatus tim tak terkalahkan di Liga Inggris. Menghadapi City di pekan ke-21, kedigdayaan The Reds itu terhenti. Liverpool kalah 1-2 dari City di Etihad, 4 Januari 2019. Setelah kekalahan itu, performa Liverpool mulai menurun dengan beberapa kali ditahan imbang lawannya.


2. Cedera

Performa menurun Liverpool usai kalah dari City juga dipengaruhi karena faktor cedera. Beberapa pemainnya sempat terkapar. Pada Januari lalu, bek-bek Liverpool bertumbangan. Dejan Lovren, Virgil van Dijk, Joel Matip, Joe Gomez, dan Trent Alexander-Arnold sempat diistirahatkan. Terakhir, lini depan Liverpool yang direcoki cedera. Tidak fitnya Roberto Firmino membuat lini depannya mulai kehilangan taji. Contohnya saat enghadapi Everton, Divock Origi yang dipasang menjadi starter tak banyak memberi ancaman.


3. Kedalaman Skuat

Kondisi cedera itu diperparah dengan kedalaman skuat yang masih kurang dimiliki Liverpool. Beberapa pemain lapis keduanya masih perlu jam terbang bermain di Liga Inggris. Meski rata-rata pemain berkualitas seperti Fabinho dan Naby Keita, nyatanya mereka masih perlu waktu bermain di liga Inggris. Rata-rata pemain yang diturunkan Klopp tetap wajah lama seperti Milner, Jordan Henderson, dan Gigi Wijnaldum.


4. Mohamed Salah Mejan

Salah, yang musim lalu bersinar dengan mencetak 44 gol di semua kompetisi, mengalami penurunan performa. Pemain Mesir itu tak setajam musim lalu. Hingga pekan ke-29, Salah baru mencetak 17 gol di Liga Inggris, hampir setengah dari total 32 golnya di Liga Inggris musim lalu. Terakhir menghadapi Everton, pemain berusia 26 tahun itu gagal bersinar. Salah sempat mendapat peluang mencetak gol, namun gagal memaksimalkannya. Di akhir laga, Liverpool ditahan Everton 0-0.


5. Wasit Hingga Angin

Beberapa kali Juergen Klopp mengeluh soal pertandingan. Mulai dari wasit sampai terakhir angin yang disebut mempengaruhi arah melayang bola. Saat ditahan West Ham United 1-1, Juergen Klopp melontarkan statement yang menyiratkan wasit berat sebelah. Ia mengatakan sang pengadil banyak membuat keputusan yang merugikan timnya. Akibat komentarnya itu, Klopp pun didenda FA.

Kemudian saat ditahan Everton, Klopp juga menilai angin di Goodison Park cukup mengganggu. Beberapa peluangnya terbuang di laga itu. Anginnya datang dari berbagai arah dan tidak membantu siapapun. Itu pertandingan yang sulit dikontrol dan kami punya tiga sampai empat peluang bersih dari Mohamed Salah dan Fabinho.


Sabtu, 02 Maret 2019

4 Fakta Menarik Mengenai Tes Pramusim MotoGP




Jakarta - Tinggal sepekan lagi MotoGP 2019 dimulai. Dari beberapa tes pramusim yang sudah digelar, berikut kami sajikan fakta-fakta dan data paling menarik. Ada empat test MotoGP digelar sejak balapan terakhir musim 2018 yang dilangsungkan di Valencia. Dua tes pertama digelar di Spanyol, yakni di Valencia dan Jerez pada penghujung 2018. Sementara dua tes lainnya dihelat di Sepang dan Qatar setelah pergantian tahun.

Dikutip dari situs resmi MotoGP, berikut empat fakta dan data menarik dari tes-tes tersebut:

1. Honda Pemilik Top Speed

Sedikit mengejutkan, Honda ternyata menjadi pemilik rekor top speed di tes pramusim MotoGP. Adalah Marc Marquez yang mencatatkan kecepatan tertinggi saat melesat di Sirkuit Losail, ketika itu dia mampu menembus 348,4km/jam. Marquez mengalahkan Jack Miller's (Alma Pramac Racing) di posisi dua dengan top speed 347,2 km/jam.

Statistik ini menunjukkan Honda sudah mengalami kemajuan pada bagian mesinnya. Honda RC213V 2019 sudah menunjukkan kesiapannya mempertahankan gelar juara.

2. Maverick Vinales Paling Banyak Mengitari Sirkuit

Maverick Vinales menjadi rider yang paling banyak beraksi di atas lintasan. Total 10 hari ujicoba digelar, rider asal Spanyol itu melahap 589 lap. Itu setara dengan 2.940,1 km.

3. Vinales Paling Konsisten, Tak Pernah Keluar 5 Besar

Maverick Vinales bisa dianggap sebagai rider paling impresif di tes pramusim 2019. Dari seluruh tes yang diikuti, tak pernah sekalipun dia finis di luar lima besar. Ini menjadi ulangan tes pramusim 2017, yang merupakan musim debutnya bersama Yamaha. Ketika itu Vinales tampil konsisten di pramusim dan berhasil memenangi balapan pembuka di Qatar.

4. Andrea Iannone Paling Sering Crash

Untuk urusan crash, Andrea Iannone jadi rider yang paling sering jatuh. Tercatat dia empat kali mengalami crash. Sementara Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing), Jack Miller, dan Cal Crutchlow, masing-masing mengalami tiga crash.

Rabu, 27 Februari 2019

8 Fakta Menarik Indonesia Juara Piala AFF U-22




Jakarta - Tim nasional Indonesia U-22 sukses memenangi Piala AFF usai menaklukkan Thailand. Ada sejumlah catatan menarik yang diukir 'Garuda Muda'. Indonesia tampil sebagai juara Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Selasa (26/2/2019) malam WIB. Sempat tertinggal duluan, tim besutan Indra Sjafri ini membalikkan keadaan.

Thailand sempat memimpin di menit ke-57 lewat gol Saringkan Promsupa. Indonesia langsung membalas lewat Sani Rizki semenit berselang, disusul gol pembalik keadaan dari Osvaldo Haay di menit ke-63. 

Sejumlah fakta menarik terukir dari keberhasilan timnas U-22 memenangi kejuaraan ini:

1. Indonesia langsung juara pada penampilan pertama di final Piala AFF U-22.

2. Karena ini merupakan final pertama Indonesia di Piala AFF U-22, ini juga jadi gelar juara pertama tim 'Merah-Putih' di kejuaraan tersebut.

3. Indonesia juara tanpa sekalipun menelan kekalahan. Setelah memetik satu kemenangan dan dua kali imbang di fase grup, Indonesia menaklukkan Vietnam di semifinal lalu Thailand di final.

4. Anak-anak asuh Indra Sjafri menumbangkan Thailand yang berstatus juara bertahan. Thailand juara bertahan sejak 2005 karena tak ada kompetisi dari 2006 sampai 2018.

5. Marinus Manewar dkk merupakan tim paling produktif di turnamen kali ini dengan koleksi delapan gol. Pesaing terdekat adalah Vietnam, yang terhenti di semifinal dengan torehan enam gol

6. Marinus menjadi satu dari tiga top skorer, dengan koleksi tiga gol. Dua top skorer lainnya adalah Saringkan Promsupa (Thailand) dan Tran Danh Trung (Vietnam).

7. Indonesia punya enam pencetak gol sepanjang kejuaraan kali ini, terbanyak di antara tim-tim peserta. Selain Marinus, ada pula Osvaldo Haay, Luthfi Kamal, Rachmat Irianto, Sani Rizki, dan Witan Sulaeman.

8. Indonesia adalah tim pertama sekaligus terakhir yang berhasil menjebol gawang Thailand di Piala AFF U-22 2019. Thailand menjejak final tanpa sekalipun kemasukan, sampai kemudian dibobol oleh Sani dan Osvaldo.


Jumat, 22 Februari 2019

Ole Gunnar Solskjaer Cocok Untuk Man United




Jakarta - Manchester United bermain bagus bersama Ole Gunnar Solskjaer. Manajer asal Norwegia itu dinilai sebagai sosok paling pas untuk The Red Devils. Sudah 13 pertandingan dijalani oleh MU bersama Solskjaer. Hasilnya, ada 11 kemenangan, sekali hasil imbang, dan sekali kekalahan.

MU pun sudah menembus ke posisi empat besar Liga Inggris. Mereka mengumpulkan 51 poin, unggul satu angka dari Arsenal dan Chelsea di posisi kelima-keenam. Eks bek MU, Nemanja Vidic, menilai bahwa Solskjaer merupakan sosok yang paling pas untuk menangani MU saat ini. Dia mengemukakan alasannya.

Sekarang saya berpikir Ole sudah bekerja dengan luar biasa, dia paham klub, dia tahu sejarah klub, dia menciptakan atmosfer positif, dia menunjukkan bahwa dia tahu bagaimana memperlakukan pemain, kata Vidic di OmniSport. Jadi menurut saya itulah yang cocok dengan apa yang dibutuhkan Man United saat ini, dia menambahkan.

MU dan Solskjaer akan menjalani ujian berat pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menjamu Liverpool di Old Trafford, Minggu (24/2/2019), pada lanjutan Liga Inggris.


Kamis, 21 Februari 2019

Juventus Tumbang di Tangan Atletico Madrid




Jakarta - Massimiliano Allegri lega Juventus kalah dengan skor lebih telak dari Atletico Madrid. Dia percaya selisih dua gol masih sangat bisa dibalikkan di leg kedua. Juventus takluk 0-2 di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Kedua gol Atletico dicetak di paruh kedua, masing-masing dari Jose Gimenez dan Diego Godin di menit ke-78 dan 83.

Tuan rumah tampil efisien, di mana dari 13 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Juventus punya 14 tembakan, hanya tiga yang on target. Juventus bisa saja kalah dengan skor lebih besar, karena Atletico punya sejumlah peluang bagus yang gagal dimaksimalkan. Misalnya di menit ke-49, ketika Diego Costa tinggal menghadapi Wojciech Szczesny namun tembakannya melebar.

Tak berselang lama, Antoine Griezmann mencungkil bola melewati Szczesny namun digagalkan mistar gawang. Atletico juga punya satu gol yang dianulir Video Assistant Referee (VAR) di menit ke-69, yang dibuat oleh Alvaro Morata. Pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengakui timnya kehilangan kontrol di babak kedua dan kesulitan mengembangkan permainan. Dia menyebut Juventus terjebak dalam tempo permainan Atletico, namun masih lega setidaknya tak kalah lebih besar.

Anda harus mengalirkan bola dengan cepat dan akurat melawan Atleti untuk membuka ruang. Kami tak melakukan itu dengan cukup baik di babak kedua dan setelah gol kedua, kami kehilangan keteraturan, berisiko kebobolan gol ketiga, dan itu tak bisa diterima, ujarnya kepada Sky Sport Italia. 

Untungnya kami tak kebobolan gol ketiga, karena 2-0 itu hasil yang bisa dibalikkan dengan mudah. Peluang kami belum mati, kami sebelumnya tak mati setelah kalah 0-2 di kandang dari Real Madrid, apalagi sekarang kami menghadapi leg kedua di kandang. Penting untuk menjaga fokus, organisasi permainan, dan ketenangan. Karena segala sesuatunya bisa dibalikkan, imbuh Allegri.

Rabu, 20 Februari 2019

Barcelona Ditahan Imbang Oleh Lyon

Lyon - Buang-buang peluang, Barcelona tertahan di markas Olympique Lyon. Hasil seri ini terasa menyakitkan untuk Los Cules. Meski tampil dominan, Barcelona hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menghadapi Lyon, Rabu (20/2/2019) dini hari WIB pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Sepanjang laga yang berlangsung di Stadion Groupama ini, Blaugrana melepas total 25 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang Anthony Lopes.




Namun dari percobaan yang sedemikian banyak tersebut tak ada satu pun yang berbuah gol. Tumpulnya lini depan Blaugrana ini membuat Sergio Busquets merasa tidak senang. Meski begitu, ia optimis timnya tak akan mengulangi kesalahan yang sama di leg kedua. Saat skuat Ernesto Valverde dituntut untuk meraih kemenangan di Camp Nou pada 14 Maret jika ingin lolos ke babak perempatfinal.

Kami tidak berpikir ini adalah hasil yang berisiko, kami hanya fokus untuk memenangkan leg kedua. Kami sangat dominan dan jika ingin berada di perempatfinal maka kami tahu harus memenangkan pertandingan tersebut. Akan mengkhawatirkan jika kami tidak menciptakan peluang dalam pertandingan ini sehingga kami harus optimis. Kami tentu saja tidak bahagia karena saya pikir tim bisa bermain dengan baik, mencetak gol dan menang. Tapi seperti inilah sepakbola dan jika Anda tidak berhasil ini akan menyakitkan bagi Anda, ujarnya menegaskan.

Selasa, 19 Februari 2019

Tinggalkan Matic Sendirian Jadi Kunci MU Bobol Chelsea




London - Ander Herrera menjadi salah satu pencetak gol kala Manchester United (MU) menang 2-0 atas Chelsea di Stamford Bridge Stadium, Senin (18/2/2019) atau Selasa dini hari WIB pada ajang Piala FA. Mencetak gol bukanlah tugas Herrera di setiap pertandingan. Biasanya dia berada di lini tengah bersama gelandang MU lainnya, Nemanja Matic. Namun, di laga melawan Chelsea, Herrera ditugaskan untuk meninggalkan Matic sendirian di lini tengah. Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer meminta gelandang Spanyol itu masuk ke kotak penalti Chelsea.

Manajer tidak menginginkan saya memberikan keseimbangan terlalu banyak. Sebab, dia mengatakan, Nemanja Matic sudah cukup. Jadi saya tinggalkan Matic. Manajer ingin saya masuk kotak, ucap Herrera, dikutip dari situs resmi MU. Bahkan Kieran McKenna (asisten manajer MU) mengatakan, saya akan mencetak gol dan saya melakukannya. Saya pikir manajer memiliki visi yang baik tentang permainan, kata mantan gelandang Athletic Bilbao itu menambahkan. 

Herrera tampil lebih menyerang. Dia melakukan 59 sentuhan dengan bola. Bahkan berhasil melepaskan dua sepakan yang membahayakan gawang Chelsea kawalan Keppa Arrizabalaga. Kami harus berjuang sampai akhir. Kami tahu cara memainkannya. Saya bermain dalam peran yang lebih ofensif. Sedangkan mereka bermain dari pinggir lapangan, ucap Herrera.

Namun, saya pikir itu adalah permainan yang fantastis. Saat Anda bermain dengan pemain seperti ini, Anda bisa berlari dan Anda tahu Anda akan mendapatkan bola, ujarnya menegaskan.
Di babak perempat final Piala FA, Setan Merah, sebutan MU, akan menghadapi Wolverhampton. Lawan MU ini merupakan kuda hitam Liga Inggris yang berada di urutan ke-10.